Well,, beberapa hari yang lalu saya sempat dibuat tersentak dengan pernyataan dari seseorang mengenai kebahagiaan.. He tell me that he was so happy when he was with his girlfriend.. Dia merasa sangat bahagia ketika (maaf) menc**m pacarnya.. He was so addicted with her.. Dia mengatakan bahwa itu merupakan tanda bahwa dia cinta dan serius dengan pacarnya..
Saya lantas merenung, apakah yang dia maksudkan betul CINTA ataukah hanya NAFSU belaka??
Lantas timbul pertanyaan,, apakah seseorang dengan pemahaman yang baik tidak bisa mengalami haru-biru kisah perasaan?? Merasakan semua kebahagian?? Karena jadinya tidak boleh pacaran, tidak boleh berduaan, dan tidak boleh macam-macam??
Jawabannya,, tentu saja masih..
Tidakkah kita ingat akan sebuah kisah cinta klasik yang dapat kita jadikan tauladan?? Kisah cinta Ali Bin Abi Thalib RA dan Fathimah Az-Zahra RA..
Ali memendam perasaan kepada karib kecilnya, puteri tersayang dari Sang Nabi yang adalah juga sepupunya.. Kesantunannya, ibadahnya, kecekatan kerjanya, dan juga parasnya sangat memesona Ali.. Hal yang sama juga terjadi pada Fathimah.. Tapi dua orang ini adalah orang2 terbaik di jamannya, amat cemerlang pemahamannya, mereka tidak akan melanggar batas, bahkan saling melirik pun tidak berani, apalagi berduaan, bicara tentang perasaan secara terbuka. Bahkan konon katanya, karena teramat rahasianya setan pun tak tahu masalah perasaan diantara keduanya..
Fathimah sempat beberapa kali dilamar,, tak tanggung-tanggung orang yang melamar diantaranya adalah orang-orang yang Iman dan Akhlaknya tidak diragukan lagi, Abu Bakar Ash Shiddiq dan Umar ibn Al-Khaththab.. Ali merasa tersentak sekaligus merasa diuji, ia merasa diuji karena apalah ia dibanding Abu Bakar dan Umar.. Ali ridha' akan keputusan Allah.. Namun,, Allah menumbuhkan kembali tunas dihatinya yang sempat layu.. Lamaran kedua sahabat Rasulullah tersebut ditolak..
Maka kemudian Ali memberanikan diri mendatangi Rasulullah dan meminang Fathimah.. ”Engkau pemuda sejati wahai ’Ali!”, begitu nuraninya mengingatkan. Pemuda yang siap bertanggungjawab atas cintanya. Pemuda yang siap memikul resiko atas pilihan-pilihannya. Pemuda yang yakin bahwa Allah Maha Kaya..
Lamaran Ali diterima Rasulullah..
Ali adalah gentleman sejati. Tidak heran kalau pemuda Arab memiliki yel, “Laa fatan illa ‘Aliyyan! Tak ada pemuda kecuali Ali!” Inilah jalan cinta para pejuang. Jalan yang mempertemukan cinta dan semua perasaan dengan tanggung jawab. Dan di sini, cinta tak pernah meminta untuk menanti. Seperti ’Ali. Ia mempersilakan. Atau mengambil kesempatan. Yang pertama adalah pengorbanan. Yang kedua adalah keberanian.
Maka kisah ini adalah bukti nyata bagaimana skenario paling terlihat atas keterlibatan Allah.. Orang-orang hari ini sering lupa, jodoh adalah rahasia milik Allah, Jodoh tetap hak mutlak Allah. Skenario jodoh itu tetap berjalan dalam skenario Allah. Mau sebenci apapun kita dengan seseorang, jika jodoh, besok lusa malah menikah. Mau secinta apapun kita dengan seseorang, kalau tidak jodoh, besok lusa tidak akan menikah.
My Dear,, apakah kita bisa mengalami perasaan cinta yang agung? Bisa. Dan terlepas dari akan seperti apa mengharu biru perasaan kita. Kesedihan. Pengharapan. Menunggu. Bersabar. Maka selalu bentengi dengan pemahaman yang baik. Ada kaidah2 agama yang tidak bisa dilanggar, ada peraturan2 yang tidak bisa diabaikan..
Semoga postingan ini membuatmu bisa sedikit mengerti,, dear..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
How's your opinion???