Saya sempat tertegun membaca penggalan note di atas.. Speechless..
Note diatas ditulis oleh seseorang yang "mengaku" Muslim.. In my humble opinion, seseorang yang mengaku Muslim tidak sepantasnya menulis seperti hal diatas.. Seolah-olah ragu dan mempertanyakan mengenai kebenaran..
Saya setuju dengan kalimat "Kebenaranlah yang hakiki"
Namun saya sama sekali tidak setuju dengan statement selanjutnya, "Meskipun entah seperti apa itu kebenaran, Bagiku tidak ada yang nyata semua semu"
Ohhhh Ya Allah...
Bukankah keyakinan tentang kebenaran berikut segala aspek didalamnya, didalam akidah Islam sudah final?? Kebenaran yang mana lagi yang dia pertanyakan??
Apakah dia tidak mempercayai kebenaran yang sudah tertulis jelas dalam Kitab Suci serta kebenaran yang disampaikan oleh Rasulullah?? Apakah semua itu tidak cukup untuk meyakinkannya??
Belum selesai masalah kebenaran yang dia pertanyakan,, lagi-lagi dia "memvonis" dirinya sendiri sebagai penghuni neraka.. Dia mengatakan seolah-olah neraka itu adalah "Berkah" dari Allah..
Ohhhh Ya Allah,, pemikiran macam apa ini??
Mungkin dia sebenarnya mempertanyakan mengenai masalah qadha dan qadhar,, mempertanyakan ketentuan Allah yang menakdirkan sebagian orang masuk surga dan sebagian lainnya masuk neraka..
Menurut hemat saya,, Allah memang Maha Mengetahui.. Allah mengetahui segala sesuatu yang telah terjadi, sedang terjadi, dan akan terjadi.. Oleh karena itu,, Allah pun mengetahui siapa saja yang akan masuk surga maupun neraka.. Semua itu telah tertulis di Lauhul Mahfuzh tiap-tiap hambaNya..
Takdir seseorang tidak ada yang tahu,, oleh karena itu mengapa kita tidak berbaik sangka kepada Allah bahwa Dia menakdirkan bagi kita hidayah dan kebaikan?? Kita sebagai hamba-hamba Allah diperintahkan untuk beriman dan beramal,, dan Allah akan memberi balasan bagi mereka pada hari kiamat berdasarkan apa yang telah mereka usahakan bukan berdasarkan apa yang Allah tetapkan baginya di Lauhul Mahfuz..
Allah telah mewajibkan bagi kita syariatNya dan memerintahkan kita dengan syariat tersebut.. Sehingga yang tersisa bagi kita hanya ada 2 pilihan.. Pertama,, kita berprasangka baik bahwa Allah menetapkan takdir yang baik bagi kita dan menakdirkan kita sebagai penghuni surga.. Sebagaimana yang kita ketahui bahwasanya RahmatNya itu mendahului kemarahanNya, RidhaNya lebih Dia kedepankan daripada rasa kebenciaanNya.. Tempuhlah takdir yang demikain!! Berlakulah dengan perbuatan layaknya calon penghuni surga.. Setiap orang akan dimudahkan menuju takdirnya.. Kedua,, kita berprasangka buruk kepada Allah bahwasanya Ia akan memasukkan kita ke neraka dan kita memilih jalan-jalan yang mengantarkan kita ke neraka..
Bukankah Allah sebagaimana prasangka hambaNya??
Well,, saya bukanlah orang yang berkompeten menjelaskan mengenai ini.. Pengetahuan agama saya masih sangat terbatas.. Silahkan cari dan gali lagi secara mendalam mengenai hal ini.. Saya hanya berusaha menyampaikan sedikit yang saya ketahui..
Doaku,, semoga Allah memberikan dirimu dan juga saya,, hidayah dan kebaikan..
Aamin..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
How's your opinion???