Jumat, 03 Februari 2012

Khawatir

Halo, M.
Beberapa hari ini, kamu selalu berada di pikaranku lebih sering dari biasanya. Bagaimana tidak, cerita-ceritamu yang sering mengeluh mengenai "ketidaknyamanan" yang kau rasakan di bagian perut kanan atas membuatku sedikit khawatir. I don't even know what happen, but I have to say, aku khawatir sama kamu.
Aku tahu bahwa yang harus aku lakukan adalah men-support kamu. Mencoba meyakinkan bahwa semuanya akan kembali normal. Meyakinkan bahwa penyakitmu akan segera sembuh. Mungkin karena kekhawatiranku yang berlebihan, aku sampai melarangmu melakukan aktifitas yang kau gemari. Aku hanya tak mau kamu terlalu capek, yang akhirnya bisa memperparah penyakitmu. Aku tahu, aku tidak sepantasnya begini, tapi percayalah Aku benar-benar khawatir.
Kadang aku selalu berpikir “Siapa aku yang harus mendiktemu?”. Bagaimanapun, kamu berhak memilih, berhak memutuskan, berhak atas apa yang kamu inginkan. Hanya saja, biarkan aku memberimu sedikit kalimat yang lebih mirip nasihat. Aku tidak akan menyuruhmu melakukan hal ini dan itu atau apalah. Bagiku, kamu sudah cukup mengerti. Hanya saja, kekhawatiranku tidak biasa. Aku hanya tak ingin melihatmu sakit lagi. Tapi apapun itu, semoga yang kamu jalani sekarang adalah yang terbaik. Tidak masalah sama sekali kalau pada akhirnya kamu mengabaikan kekhawatiranku.
Jaga diri, yaa.
Cepat sembuh...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

How's your opinion???